Toz Adhem

Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali, itu tidak benar, kesempatan itu selalu datang, tetapi anda harus siap menanggapinya.

Radiyanto Setiawan

Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah sebuah lagu, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah

Adhemnisty

Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang datang bertubi-tubi.

Hidup itu indah

Kebahagiaan tidak bisa dikejar, tidak bisa dicari, tidak bisa dimiliki untuk diri sendiri, tidak bisa dihabiskan, tidak bisa rusak dan tidak bisa dibeli.

Putra Bantar

Sukses itu penting tapi bersyukur jauh lebih Sukses. Jangan takut untuk mengambil satu langkah besar bila memang itu diperlukan , anda takkan bisa meloncati sebuah jurang, dengan dua lompatan kecil

Senin, 21 Mei 2012

Cara Mudah Pasang Instalasi CCTV atau IP Camera


Kegunaan CCTV sangatlah banyak, diantaranya untuk memantau aktifitas di perusahaan client dari jarak jauh secara langsung (dengan remote camera, wireless camera, Ip camera, camera cctv internet atau via satelit).

Topologi jaringan nya sebagai berikut :

IP Camera -- Acces Point -- Server CCTV -- Mikrotik  -- Internet  --  Pemilik / User

Hardware yang diperlukan


  • IP Camera 
  • Access Point Outdoor
  • Server CCTV
  • Mikrotik / server Proxy
  • Koneksi Internet yang sudah mempunyai IP static 


Berikut Proses Instalasinya :
>>Pasang IP Camera dilokasi-lokasi  strategis ( IP Camera yang kami gunakan Vivotek IP8330)
>>Hubungkan IP Camera ke Access point menggunakan cable LAN, setting IP dan Port pada IP Camera Device, dengan diberikan IP Private / Local
Misalnya IP Local yang kami gunakan  192.168.8.11 dan portnya 2001.
Jangan lupa untuk set user dan password untuk login ke IP Camera. Kalau masih bingung bisa baca buku /  cd manual yang disertakan dalam perangkat IP Camera.
Test view kamera dengan menuliskan langsung ip pada browser.


>>Setting Access Point dalam hal ini yang kita gunakan LINKSYS, disamakan dengan konfigurasi yang ada di client tersebut.
>>Setting Camera diserver CCTV
>>Setting NAT mikrotik untuk membuka access IP camera melalui internet
>>User dapat akses kamera melalui IP Static melalui browser mozilla/IE
readmore »»  

Mengapa Camera Access Point Putus Nyambung?


Pengantar
Seorang pembaca mempunyai masalah dengan instalasi camera dengan menggunakan access point di tiga lokasi. Masalah yang dihadapi adalah gambar membeku (freeze) di semua camera yang berjarak 1 dan 2 kilometer dari titik pusat. Waktu itu kami menyarankan agar mengganti topologi dari yang semula point-to-multipoint menjadi topologi point-to-point. Namun, hingga kini belum terdengar lagi kabar beritanya, sehingga kami menyadari bahwa saran kami di atas terkesan "terlalu pagi". Seiring dengan berjalannya waktu, kamipun mendapat tugas untuk memeragakan access point di salah satu client di ibukota. Bak gayung bersambut, maka pada bahasan kami selanjutnya, insya Allah kami akan menuliskan beberapa point penting untuk anda sekaligus menjawab pertanyaan pembaca kami tadi: mengapa sinyal video pada access point suka putus nyambung alias gambarnya jadi membeku? With our deep respect to all access point geeks, perkenankanlah kami mengulas persoalan ini dari 3 sisi saja, yaitu:
1. Sisi topologi.
2. Sisi kualitas Radio Link berikut analisanya.
3. Sisi bandwidth atau istilah lain yang berkaitan dengannya.
Terlepas dari merk access point dan camera CCTV yang dipakai, kami berpendapat apabila ketiga aspek tadi memenuhi syarat, maka secara teknis seharusnya masalah tersebut tidak terjadi. Nah, bagaimanakah penjelasan detailnya?

Baiklah kita mulai bahasan kita. Boleh jadi kami terlalu dini dalam menyarankan pembaca tadi, mengingat tidak selamanya topologi point-to-multipoint menghasilkan gambar yang putus. Buktinya, saat kami memeragakan 4 (empat) camera access point secara point-to-multipoint, kesemua camera bekerja dengan baik tanpa putus. Padahal yang diperagakan adalah camera speed dome dari merk terkenal. Fungsi pan, tilt, zoom, bahkan object tracking semuanya bekerja dengan sempurna via access point. Bisa jadi pembaca berkata: "Itu kan jarak dekat..!" Ya, justru di sinilah point penting bahasan kami. Jadi, dalam hal ini bukan topologinya yang salah, sehingga menyebabkan sinyal video menjadi putus. Ada faktor lain lagi yang perlu pula diperhatikan.

Sebelumnya, bagi pembaca yang ingin memperdalam aspek ini, kami akan ulas sedikit mengenai apa itu topologi. Sederhananya, topologi adalah cara  menyusun peralatan agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Sepanjang kami ketahui,  dalam access point paling tidak kita perlu mengenal 3 jenis topologi dasar di bawah ini, yaitu:



Penjelasan dari masing-masing topologi adalah sebagai berikut:

1. Point To Point (P2P atau PtP)
Ini adalah topologi paling mendasar dalam access point dimana dua stasiun saling berkomunikasi satu sama lain secara dua arah. Katakanlah lokasi A adalah camera yang dilengkapi dengan access point (outdoor), sedangkan P adalah pusat pengendali. Di sini berlaku hubungan AP - Client, yaitu titik A sebagai Client dan P sebagai AP (Access Point).

2. Point To Multipoint (PtMP)
Katakanlah sekarang kita ingin memasang camera di tiga lokasi berjauhan, misalkan lokasi A, B dan C. Kesemuanya akan dilihat oleh ruang pengawas (control) di satu titik, yaitu P. Maka, topologi yang diperlukan adalah Point To Multipoint. Namun, dalam konteks access point bisa saja letak ketiga camera tersebut relatif berada dalam satu arah mata angin, seperti pada Point to Multipoint 1 atau salah satunya membelakangi ruang pengawas (seperti Point to Multipoint 2). Perbedaan posisi seperti ini nantinya akan memengaruhi pemilihan jenis antenna di masing-masing lokasi, bahkan bisa memengaruhi pula topologi itu sendiri apabila jaraknya cukup jauh. Artinya, bisa saja koneksi dari C ke P malah memakai topologi Point to Point. Jadi, titik C bukan merupakan bagian dari Multipoint A dan B lagi, melainkan sudah Point to Point sendiri ke P.

3. Gabungan antara Point To Multipoint dengan Point To Point 
Misalkan dikehendaki 3 titik camera di beberapa titik bisa di-access dari jarak jauh, maka kita bisa memakai topologi ini. Di sini, 3 camera seolah-olah diparkir dulu pada access point P yang bisa ditaruh di tiang atau menara (tower). Kemudian dari sana dibuatlah koneksi baru dengan sepasang access point lagi yang berfungsi sebagai jembatan penghubung ke stasiun pusat. Oleh sebab itu, koneksi baru ini disebut dengan istilah Point to Point Bridge atau cukup disebut dengan Bridge saja.
readmore »»